Wednesday, 6 November 2013

Konsep Perangkat Lunak

KONSEP PERANGKAT LUNAK

1.      Sistem Operasi Terdistribusi


Sistem operasi terdistribusi adalah salah satu implementasi dari sistem terdistribusi, dimana sekumpulan komputer dan prosesor yang heterogen terhubung dalam satu jaringan. Koleksi-koleksi dari objek-objek ini secara tertutup bekerja secara bersama-sama untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan tertentu.
Tujuan utamanya adalah untuk memberikan hasil secara lebih, terutama dalam:
·         file system
·         Name space
·         Waktu pengolahan
·         Keamanan
·         Akses ke seluruh resources, seperti prosesor, memori, penyimpanan sekunder, dan perangkat keras.

Sistem operasi terdistribusi bertindak sebagai sebuah infrastruktur / rangka dasar untuk network-transparent resource management. Infrastruktur mengatur low-level resources (seperti Processor, memory, network interface dan peripheral device yang lain) untuk menyediakan sebuah platform untuk pembentukan/penyusunan higher-level resources(seperti Spreadsheet, electronic mail messages, windows). 

Manfaat Dan Keunggulan Sistem Operasi Terdistribusi :
a.       Shared Resource
Walaupun perangkat sekarang sudah memiliki kemampuan yang cepat dalam proses-proses komputasi, atau misal dalam mengakses data, tetapi pengguna masih saja menginginkan sistem berjalan dengan lebih cepat. Apabila hardware terbatas, kecepatan yang diinginkan user dapat diatasi dengan menggabung perangkat yang ada dengan sistem DOS (Distributed Operating System).
b.      Manfaat Komputasi :
Salah satu keunggulan sistem operasi terdistribusi ini adalah bahwa komputasi berjalan dalam keadaan pararel. Proses komputasi ini dipecah dalam banyak titik (nodes), yang mungkin berupa komputer pribadi, prosesor tersendiri, dan kemungkinan perangkat prosesor-prosesor yang lain. Sistem operasi terdistribusi ini bekerja baik dalammemecah komputasi ini dan baik pula dalam mengambil kembali hasil komputasi dari titik-titik cluster untuk ditampilkan hasilnya.
c.       Reliabilitas :
Fitur unik yang dimiliki oleh DOS ini adalah reliabilitas. Berdasarkan design dan implementasi dari design sistem ini, maka hilangnya suatu node tidak akan berdampak terhadap integritas system. Hal ini berbeda dengan computer personal, apabila ada salah satu hardware yang mengalami kerusakan, maka system akan berjalan tidak seimbang, bahkan sistem bisa tidak dapat berjalan atau mati.
d.      Komunikasi :
Sistem operasi terdistribusi biasanya berjalan dalam jaringan, dan biasanya melayani koneksi jaringan. Sistem ini biasanya digunakan user untuk proses networking. User dapat saling bertukar data, atau saling berkomunikasi antar titik baik secara LAN maupun WAN.

Fungsi Sistem Operasi :
a.       Pengelola Seluruh Sumber Daya Pada Sistem Komputer (Resource Manager).
Sumber daya pada sistem komputer adalah semua komponen yang memberikan fungsi (manfaat) atau semua yang terdapat atau terhubung ke sistem komputer yang dapat untuk memindahkan, menyimpan, dan memproses data, serta untuk mengendalikan fungsi-fungsi tersebut.
Sumber daya pada sistem komputer, antara lain :
·         Sumber daya fisik
-          Contoh :keyboard, bar-code reader, mouse, joystick, dll.
·         Sumber daya abstrak
Terdiri dari :
-          Data, misalnya :Semaphore untuk pengendalian sinkronisasi proses-proses, PCB (Process Control Block) untuk mencatat dan mengendalikan proses, dll.
-          Program yang berupa kumpulan instruksi yang dapat dijalankan oleh system komputer, yang dapat berupa utilitas dan program aplikasi pengolahan data tertentu.
b.      Penyedia layanan (extended/virtual machine)
Secara spesifik berfungsi sebagai :
·         Memberi abstaksi mesin tingkat tinggi yang lebih sederhana dan menyembunyikan kerumitan perangkat keras. Sistem operasi menyediakan system call (API=Application Programming Interface) yang berfungsi menghindarkan kompleksitas pemograman dengan memberi sekumpulan instruksi yang mudah digunakan.
·         Basis untuk program lain. Program aplikasi dijalankan di atas sistem operasi yang bertujuan untuk memanfaatkan dan mengendalikan sumber daya sistem komputer secara benar, efisien, dan mudah dengan meminta layanan sistem operasi.

Komponen Inti Sistem Operasi :
a.       Manajemen Proses
Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti:
·         Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
·         Menunda atau melanjutkan proses.
·         Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
·         Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
·         Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.

b.      Manajemen Memori Utama
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori Utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang sementara (volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen memori seperti:
·         Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
·         Memilih program yang akan di-loadke memori.
·         Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.
  
c.       Manajemen Penyimpanan Sekunder
Data yang disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk meyimpan keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondarystorage yang bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Contoh dari secondarystorageadalah harddisk, disket, dll.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan diskmanagementseperti: free-space management, alokasi penyimpanan, penjadualan disk.  

d.      Manajemen Sistem I/O
Sering disebut device manager. Menyediakan "device driver" yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
·         Buffer:menampung sementara data dari/ ke perangkat I/O.
·         Spooling: melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
·         Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi "rinci" untuk perangkat keras I/O tertentu.

e.       Manajemen Berkas
Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.).
Sistem operasi bertanggung-jawab:
·         Pembuatan dan penghapusan berkas.
·         Pembuatan dan penghapusan direktori.
·         Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
·         Memetakan berkas kesecondary storage.
·         Mem-backup berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).  

f.       Sistem Proteksi
Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke sistem sumber daya.
Mekanisme proteksi harus:
·         Membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum.
·         specify the controls to be imposed.
·         provide a means of enforcement. 

g.      Jaringan
Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori atau clock. Tiap prosesor mempunyai memori sendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber-daya sistem.
·         Increased data availability.
·         Enhanced reliability.
·         Computation speed-up.
·         Increased data availability.
·         Enhanced reliability.  

h.      Command-Interpreter System
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statementsumumnya disebut: control-card interpreter, commandline interpreter, dan UNIX shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based(touch), dan lain-lain.

Jenis Sistem Operasi Terdistribusi: 
·         Amoeba (Vrije Universiteit) 
Amoeba adalah sistem berbasis mikro-kernel yang tangguh yang menjadikan banyak workstation personal menjadi satu sistem terdistribusi secara transparan. Sistem ini sudah banyak digunakan di kalangan akademik, industri, dan pemerintah selama sekitar 5 tahun. 
·         Angel (City University of London) 
Angel didesain sebagai sistem operasi terdistribusi yang pararel, walaupun sekarang ditargetkan untuk PC dengan jaringan berkecepatan tinggi. Model komputasi ini memiliki manfaal ganda, yaitu memiliki biaya awal yang cukup murah dan juga biaya incremental yang rendah.
Dengan memproses titik-titik di jaringan sebagai mesin single yang bersifat shared memory, menggunakan teknik distributed virtual shared memory (DVSM), sistem ini ditujukan baik bagi yang ingin meningkatkan performa dan menyediakan sistem yang portabel dan memiliki kegunaan yang tinggi pada setiap platform aplikasi. 
·         Chorus (Sun Microsystems) 
CHORUS merupakan keluarga dari sistem operasi berbasis mikro-kernel untuk mengatasi kebutuhan komputasi terdistribusi tingkat tinggi di dalam bidang telekomunikasi, internetworking, sistem tambahan, realtime, sistem UNIX, supercomputing, dan kegunaan yang tinggi. Multiserver CHORUS/MiX merupakan implementasi dari UNIX yang memberi kebebasan untuk secara dinamis mengintegrasikan bagian-bagian dari fungsi standar di UNIX dan juga service dan aplikasi-aplikasi di dalamnya. 
·         GLUnix (University of California, Berkeley) 
Sampai saat ini, workstation dengan modem tidak memberikan hasil yang baik untuk membuat eksekusi suatu sistem operasi terdistribusi dalam lingkungan yang shared dengan aplikasi yang berurutan. Hasil dari penelitian ini adalah untuk menempatkan resource untuk performa yang lebih baik baik untuk aplikasi pararel maupun yang seri/berurutan.
Untuk merealisasikan hal ini, maka sistem operasi harus menjadwalkan pencabangan dari program pararel, mengidentifikasi idle resource di jaringan, mengijinkan migrasi proses untuk mendukung keseimbangan loading, dan menghasilkan tumpuan untuk antar proses komunikasi. 
·         GUIDE 
Guide (Grenoble Universities Integrated Distributed Environment) adalah sistem operasi terdistribusi yang berorientasi obyek untuk pempangunan dan operasi dari aplikasi terdistribusi pada PC atau server dengan jaringan yang tersambung LAN.
Guide adalah hasil penggabungan Bull and the IMAG Research Institute (Universities of Grenoble), yang telah membangun Bull-IMAG joint Research Laboratory. Ini juga memiliki kaitan erat dengan COMANDOS Esprit Project (Construction and Management of Distributed Open Systems) dan BROADCAST Esprit Basic Research project. 
·         Hurricane 
Sistem operasi Hurricane memiliki hierarki sebagai sistem operasi dengan cluster yang merupakan implementasi dari Hector multiprocessor. Peng-cluster-an mengatur resource pada sistem, menggunakan pasangan yang ketat antara cluster, dan kehilangan pasangan pada cluster. Prinsip sistem terdistribusi diaplikasikan dengan mendistribusikan dan mereplika servis pada sistem dan objek data untuk meningkatkan kelokalan, meningkatkan konkurensi, dan untuk mencegah sistem terpusat, sehingga membuat sistem berimbang. 
·         Mach (Carnegie Mellon University) 
Mach adalah satu dari beberapa komunitas penelitian tentang sistem operasi. Sistem ini aslinya dimulai di CMU, dan Mach menjadi basis dari banyak sistem penelitian. Walaupun pekerjaan dengan Mach di CMU sudah lama tidak diterapkan, tetapi masih banyak kelompok-kelompok lain yang masih menggunakan Mach sebagai basis pada penelitiannya. 
·         Mach at OSF (OSF Research Institute) 
OSF Research Institute masih menggunakan teknologi yang dimulai dari CMU dan menggunakan ini sebagai basis dari banyak penelitian, termasuk sistem operasi untuk mesin pararel , kernel berorientasi objek yang aman, dan penelitian-penelitian tentang sistem operasi yang lain.
·         Maruti (University of Maryland) Group Members 
Maruti adalah sistem operasi berbasis waktu, yang merupakan proyek di University of Maryland. Dengan Maruti 3.0, kita memasuki fase baru pada proyek ini. Menurut mereka, mereka memiliki sistem operasi yang lebih nyaman untuk kalangan yang lebih luas. 
·         Masix (Blaise Pascal Institute MASI Laboratory) 
Masix adalah sistem operasi terdistribusi yang berbasis pada mikro kernel dari Mach, yang saat ini di bawah pengembangan dari MASI Laboratory. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk secara simultan mengeksekusi banyak data aplikasi personal, yang berjalan baik baik di semua platform, baik Unix, DOS, OS/2 dan Win32. 
·         MOSIX (Hebrew University, Jerusalem, Israel) 
Sebuah solusi untuk masalah saat ini menjadi ada untuk lingkungan multikomputer, yang disebut MOSIX. Mosix adalah pengembangan dari UNIX, yang mengijinkan user untuk menggunakan resource yang ada tanpa ada perubahan pada level aplikasi. Dengan penggunaan yang transparan, algoritma proses migrasi dinamis, MOSIX melayani servis jaringan, seperti NFS, TCP/IP, dari UNIX, untuk level proses, dengan menggunakan penyeimbangan load dan distribusi dinamis pada cluster-cluster yang homogen. 
·         Plan 9 (Bell Labs Computing Science Research Center) 
Plan 9 adalah sistem operasi baru yang dibangun di Bell Labs. Ini adalah sebuah sistem yang terdistribusi. Pada kebanyakan konfigurasi, ini menggunakan tiga macam komponen : terminal yang ada pada meja pengguna, server file yang menyimpan data permanen, dan server CPU yang melayani CPU lainnya lebih cepat, authentikasi user, dan network gateways. Salah satu kesemuan yang menarik dari Plan 9 adakah pengiriman file yang esensial pada semua servis system. 
·         Puma and relatives (Sandia National Laboratory) 
Sistem operasi Puma menargetkan aplikasi dengan performa tinggi yang dipasangkan dengan arsitektur memory terdistribusi. Ini adalah turunan dari SUNMOS. 

2.      Sistem Operasi Jaringan

Sistem Operasi Jaringan adalah sebuah program yang mengendalikan dan mengatur lalu-lintas suatu network serta menyediakan pelayanan kepada komputer-komputer yang terdapat pada network tersebut, misal Microsoft® Windows NT, 2000, 2003 SERVER, LINUX . Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan.
Sistem operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu :
a.       Sistem Operasi Client-Server
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.
Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

b.      Sistem Operasi Jaringan Peer To Peer
Jaringan Peer To Peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

Sistem Operasi Jaringan sama halnya sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya.

Sistem operasi jaringan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Tiap komputer memiliki sistem operasi sendiri
·         Tiap personal komputer memiliki sistem file sendiri, di mana data-data disimpan
·         Sistem operasi tiap komputer dapat berbeda-beda atau heterogen
·     Pengguna harus memikirkan keberadaan komputer lain yang terhubung, dan harus mengakses, biasanya menggunakan remote login (telnet).
·         File system dapat digunakan dengan dukungan NFS (Network File System)
·         NFS ini meng-share file ataupun resource melalui network atau jaringan tanpa peduli sistem operasi yang digunakan apa

Keuntungan Sistem Jaringan Terdistribusi :
·         Performance
è Kumpulan dari beberapa prosesor akan memberikan kinerja yang lebih baik dari pada komputer yang terpusat. Begitu juga kalau dilihat dari sisi biaya.
·         Distribution
·         Reliability (Fault tolerance)
è Apabila salah satu komponen terjadi kerusakan, systemtetap dapat berjalan
·         Incremental Growth
è Mudah dalam melakukan penambahan komputer/komponen
·         Sharing Data/Resources
è Berbagi data adalah salah satu hal yang pokok padakebanyakan aplikasi.


Monday, 4 November 2013

Topologi Jaringan serta Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian

         Topologi  jaringan  adalah  suatu  bentuk  struktur  jaringan  yang  dibangun  /  diinstalasi  sesuai dengan  kebutuhan  dan  digunakan  untuk  menghubungkan  antara  komputer  satu  dengan komputer  yang  lainnya  menggunakan  media  kabel  ataupun  media  wireless.  

Jenis-Jenis Topologi Jaringan 

    1. Topologi STAR

       Topologi  star  atau  kita  sering  menyebutnya  topologi  bintang  adalah sebuah  topologi  jaringan yang menggunakan sebuah switch / hub untuk menghubungkan antar node client. Topologi star merupakan topologi yang sering digunakan untuk instalasi jaringan pada umumnya.
KELEBIHAN
1.  Tingkat keamanan yang cukup baik
2.  Bersifat fleksibel / mudah dalam hal instalasi
3.  Proses pertukaran data yang tidak terlalu rumit.
4.  Mudah  dalam  hal  trobel  shooting  jaringan  karena  satu  client  menggunakan  satu          jalur akses
5.  Mudah untuk penambahan dan pengurangan komputer client.

KEKURANGAN
1.  Jika switch / hub titik pusat rusak maka seluruh jaringna akan down.
2.  Jika  terlalu  banyak  pengguna  maka  lalu  lintas  akan  semakin  padat  dan  membuat 
     jaringan menjadi lambat.
3.  Dalam proses instalasi memboroskan banyak kabel.
4.  Boros kabel maka akan secara otomatis memakan biaya yang cukup banyak.
5.  Jika port dalam HUB / swicth salah satu rusak maka tidak dapat  dipergunakan, bahkan        dalam jangka panjang akan merusak port - port yang lain.

      2. Topologi BUS

      Topologi bus bisa dibilang topologi yang sangat jadul (jaman dulu) orang-orang bilang. Karena topologi ini hanya menggunakan sebuah kabel backbone   yang berjenis coaxial yang melinatang disepanjang  node  client  dan  pada  ujung  kabel  coaxial  diberi  T  konektor  sebagai  end  to  end kabel.

KELEBIHAN
1.  Proses biaya instalasi yang cukup murah karena menghemat kabel.
2.  Mudah dalam hal instalasi
3.  Maintenance jaringan tidak rumit.
4.  Mudah dalam penambahan client dan tidak mengganggu jaringan yang lain.

KEKURANGAN
1.  Jika  salah  satu  kabel  pada  jaringan  putusm  maka  akan  mengganggu  jaringan              yang lainnya.
2.  Proses pengiriman dan penerimaan data yang kurang terkoordinir artinya sering terjadi 
     tabrakan data saat proses pengiriman data.
3.  Tidak dapat dikembangkan untuk jaringan kedepannya.

     3.Topologi Ring

     Merupakan topologi  yang  menghubungkan antar PC dengan PC  yang lain tanpa menggunkan HUB / switch. Dalam proses instalasi hanya menggunakan LAN Card yang tersedia dalam PC.
KELEBIHAN
1.  Proses instalasi yang menghebat kebutuhan kabel.
2.  Proses instalasi yang cukup mudah.
3.  Biaya instalasi yang murah.
4.  Semua client dianggap sama karena berada dalam satu jalur backbone.

KEKURANGAN
1.  Tingkat keamanan yang kurang
2.  Trobel shoting yang sulit untuk ditangani.
3.  Jika salat satu koneksi terputus maka koneksi yang lain akan ikut terputus.
4.  Jaringan bersifat kaku dan tidak dapat dikembangkan untuk kedepannya.

    4.Topologi Tree

         Topologi  tree  merupaka  gabungan  perpaduan  antara  topologi  star  dan  bus,  bahkan  bisa  juga ditambahkan  untuk  ring.  Beberapa  infrastruktur  yang  terdapat  dalam  topologi  ini  membuat topologi  ini  semakin  rumit  dan  perlu  instalasi  yang  khusus.  Topologi  tree  menggunakan backbone  sama  halnya  pada  topologi  bus.  Pada  backbone  berfungsi  sebagai  jalur  tulang punggung jaringan.
KELEBIHAN
1.  Merupakan jaringan  yang besar sehingga  dapat  mengelompokaan antara satu topologi 
     dengan topologi yang lainnya.
2.  Keamanan yang sangat terhandel.
KEKURANGAN
1.  Proses instalasi yang rumit
2.  Troubleshooting yang tidak mudah karena mencakup jaringan yang besar.
3.  Biaya instalasi yang mahal.
4.  Kinerja jaringan akan menjadi lambat karena user pengguna semakin banyak.

   5.Topologi Mesh

     Merupakan  topologi  yang  didesain  dalam  hal  pemilihan  rute  jaringan  yang  banyak.  Dalam topologi  mesh  terdapat  banyak  rute  yang  berfungsi  sebagai jalur  backup pada  saat  jalur  yang lain sedang dalam keadaan down.
KELEBIHAN
1.  Jalur pengiriman data yang digunakan cukup banyak.
2.  Tidak berebut jalur pada saat proses pengiriman data.
3.  Bandwidth yang cukup lebar.
4.  Teknik security yang baik pada topologi ini.
5.  Mempunyai jalur cadangan untuk dilewati beberapa paket data.

KEKURANGAN
1.  Saat  proses  instlasi  sangat  membutuhkan  banyak  kabel  karena  jalur  yang                   digunakan sangat banyak.
2.  Menjadikan tempat instalasi sangat sempit dan terkesan tidak rapi.
3.  Proses instalasi jaringan yang cukup rumit karena harus menyambungkan jalur satu per 
     satu antar PC komputer.
4.  Memakan biaya instalasi yang mahal karena membutuhkan banyak kabel.

   6.Topologi Peer To Peer

    Jaringan peer  to peer  adalah jaringan  komputer  sederhana,  biasanya  hanya  digunakan  2  buah komputer yang dihubungkan dengan 1 kabel perantara. Jaringan peer to peer sering digunakan pada saat proses tukar menukar data antar PC.

KELEBIHAN
1.  Bandwidth yang sangat besar
2.  Instalasi yang cukup mudah
3.  Tidak memakan biaya yang mahal
4.  Masing -  masing PC dapat berperan sebagai client maupun server.

KEKURANGAN
1.  Segi keamanan sangat kurang.
2.  Sulit dikembangkan untuk kebutuhan kedepannya.

Sumber :

http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2013/01/angga-TopologiJaringan.pdf

Friday, 1 November 2013

10 Super-Komputer Tercepat di Dunia


KOMPAS.com - Negara-negara besar tampaknya sedang berkompetisi dalam membuat superkomputer tercepat. Untuk saat ini, China berhasil menjadi pemenang dengan produk Tianhe-2.
Tianhe, yang secara harafiah dapat disebut sebagai Milky Way atau Bimasakti, generasi kedua dinobatkan menjadi yang tercepat setelah dalam sebuah tes benchmark, perangkat ini mencatat kecepatan proses 33,86 petaflops (kalkulasi 1000 triliun) per detik.Salah satu keunikan yang dimiliki oleh Tianhe-2 adalah komponennya. Nyaris semua perangkat yang terdapat dalam superkomputer ini dibuat dan dikembangkan langsung di negeri Tirai Bambu. Hanya satu bagian utama yang dibuat di luar negeri, yaitu prosesor. Pihak pembuat Tianhe-2, National University of Defense Technology, memercayakan bagian penting tersebut kepada Intel.
“Tianhe-2 memiliki 16.000 node, masing-masing dilengkapi dua prosesor Intel Xeon dengan arsitektur Ivy Bridge dan tiga prosesor Xeon Phi. Jika digabungkan, keduanya menghasilkan 3.120.000 inti komputasi,” kata situs Top 500, pihak penguji superkomputer.Dari 500 superkomputer tercepat saat ini, 252 perangkat terdapat di AS, 112 di Eropa, 66 di China, dan 30 di Jepang.
Berikut 10 superkomputer tercepat di dunia saat ini, seperti dikutip dari Arstechnica.
1. Tianhe-2 (National University of Defense Technology, China)

Inilah superkomputer tercepat di dunia saat ini. Perangkat yang merupakan seri penerus dari Tianhe-1A ini mencatatkan rekor tercepat di dunia, dengan performa 33,86 petaflop. Tianhe-2 menggunakan prosesor Intel Xeon arsitektur Ivy Bridge dan Intel Xeon Phi dengan total 3,12 juta inti (core). Komputer ini menghabiskan daya 17,808 kilowatts dan secara teori mampu menyentuh kecepatan 54,9 petaflop.
2. Titan (Oak Ridge National Laboratory, AS)

Komputer ini pernah menjadi yang tercepat di dunia, sebelum digeser oleh Tianhe-2. Ia memiliki kecepatan proses 17,6 petaflop. Sistem ini menggunakan CPU berbasiskan AMD Cray dan GPU Nvidia dengan total 560.640 inti. Perangkat ini menduduki posisi ketiga sebagai superkomputer paling hemat daya, dengan menggunakan 8.209 kilowatt.
3. Sequoia (Lawrence Livermore National Laboratory, AS)

Perangkat ini juga pernah merasakan titel tercepat di dunia, setidaknya hingga Juni 2012 yang lalu. Sequoia digunakan oleh perusahaan nuklir negara AS untuk menyimulasikan umur dari senjata nuklir. Berbasiskan Blue Gene/Q buatan IBM, perangkat ini memiliki nyaris 1,6 juta inti prosesor dan mampu menyentuh kecepatan 17,2 petaflop.
4. K Computer (RIKEN Advanced Institute for Computational Science, Jepang)

Pernah menjadi yang tercepat di 2011. K computer ini dibuat dan dikembangkan oleh Fujitsu. Mampu menghadirkan kecepatan 10,5 petaflop dengan 705.024 inti Sparc.
5. Mira (Department of Energy milik Argonne National Laboratory, AS)

Menggunakan sistem Blue Gene/G milik IBM dengan 786.432 inti untuk mencapai kecepatan 8,6 petaflop. Saat beroperasi penuh di tahun 2014 nanti, ia akan menawarkan 5 miliar jam komputasi per tahun untuk para ilmuwan (perhitungan waktu untuk tiap inti).
6. Stampede (Texas Advanced Computing Center, University of Texas, AS)

Menggunakan server Dell PowerEdge dengan prosesor Xeon dari Intel dan interconnect InfiniBand, Stampede mampu mencetak kecepatan 5,2 petaflop. Ini merupakan sistem terbesar di dunia yang digunakan untuk penelitian sains. Semua peneliti yang ada di institusi AS bisa meminta untuk menggunakan perangkat ini.
7. Juqueen (Julich Supercomputing Center, Jerman)

Menggunakan sistem Blue Gene/Q buatan IBM. Hadir dengan 458.752 inti dan mampu menyentuh kecepatan 5 teraflop. Menggunakan daya sebesar 2.301 killowats, Juqueen merupakan salah satu superkomputer hemat daya.
8. Vulcan (Lawrence Livermore National Laboratory, AS) 

Juga hadir dengan menggunakan teknologi Blue Gene/Q. Kecepatannya mampu menyentuh angka 4,3 petaflop dan memiliki 392.216 inti. Tidak digunakan untuk kepentingan pemerintah, melainkan untuk industri dan penelitian pihak universitas di Jerman.
9. SuperMuc (Leibniz Supercomputing Centre, Jerman)

Menggunakan server buatan IBM, iDataPlex, 300TB RAM, dan interconnect InfiniBand, SuperMuc memiliki 147.456 inci dan mampu mencapai kecepatan 2,9 petaflop.
10. Tianhe-1A (National Supercomputing Center, China)

Saudara tua Tianhe-2. Pernah menjadi tercepat pada November 2010 yang lalu. Produk ini menggunakan prosesor Intel Xeon dan GPU Nvidia dengan inti proses sebanyak 183.368 berkecepatan 2,6 petaflop.
Sumber :

Thursday, 31 October 2013

Perbedaaan manageable switch dengan non manageable switch

      Ada beberapa perbedaan mendasar yang membedakan antara manageable switch dengan yang non manageable. Perbedaan tersebut dominan bisa di lihat dari kelebihan dan keunggulan yang dimiliki oleh switch manageable itu sendiri. Adapun beberapa kelebihan manageable switch yang membedakan keduanya adalah :

  1. Mendukung penyempitan broadcast jaringan dengan VLAN
  2. Pengaturan access user dengan access list
  3. Membuat keamanan network lebih terjamin
  4. Bisa melakukan pengaturan port yang ada
  5. Mudah dalam monitoring trafick dan maintenence network karena dapat diakses tanpa harus berada di dekat switch.

Sumber:
http://pangeranbalang.wordpress.com